di berlalunya seperempat abad usiaku
kembali mengenangkanku sebuah kaidah
"bencilah kesalahannya, tapi jangan keu benci orangnya".
betulkan aku sudah mampu begitu
pada saudaraku, pada keluargaku
pada para kekasih yang kucinta?
saat mereka terkhilaf dan disergap malu
betulkah kemaafanku telah tertakdir
mengiringi takdir kesalahan mereka?
tapi itulah yang sedang kuperjuangkan
dalam tiap ukhuwah dan cinta
dalam tiap ikatan yang Allah jadikan saksinya
aku ingin meloncat ke hakikat yang lebih tinggi
karena tiap orang beriman tetaplah rembulan
memiliki sisi kelam,
yang tak pernah ingin ditampakkannya pasa siapapun
maka cukuplah bagiku
memandang sang bulan
pada sisi cantik yang menghadap ke bumi
tentu, tanpa kahilangan semangat
untuk selalu berbagi dan sesekali meresai
gelapnya sesal dan hangatnya nasehat
sebagaimana sang rembulan
yang kadang harus menggerhanai matahari
"Mengingatkan untuk memanusiakan manusia"
disadur dari buku
Dalam Dekapan Ukhuwah
oleh, Salim A. Fillah
karena tiap orang beriman, tetaplah rembulan
BalasHapusmemiliki sisi kelam..
hmm aku suka bagian yg itu niar....^^