Sabtu, 11 Februari 2012

Sedikit Kegelisahan


"Manusia dihidupkan  agar menjadi khalifah di bumi yang pada akhirnya adalah untuk diperhitugkan amalannya di akhirat"

Intinya manusia hidup untuk akhiratnya.
Jika kita melihat keluar sana, ada banyak manusia yang tidak menyadari akan tujuan hidupnya yang paling vital itu dan sibuk mengejar tujuan2 yang tidak lebih berharga dari selembar sayap nyamuk. Mereka bukannya tidak tahu namun mereka tidak menyadarinya dengan hati, hati mereka sibuk untuk memenuhi kebutuhan fisik dan hawa nafsunya. Bukan hanya mereka diri inipun sering kali berbuat demikian, namun kala tiba waktu tubuh ini memberikan peringatan akan ketidak kekalannya di dunia ini, maka pikiran ini pun akan berhenti dan kembali mempertanyakan tentang tjuan yang sebenarnya… namun seringkali hal itu tidak berlangsung lama karena kondisi lingkungan yang kurang mendukung dan bisikan yang terus berlangsung… apalah daya diri ini tanpa pertolongan Sang Pencipta Jiiwa….

Kemarin, buka-buka e-mail dari milis tentang beasiswa S2, dan salah satu syaratnya adalah sang calon penerima harus memiliki kesempatan dan potensi untuk menjadi pemimpin dan pemegang kekuasaan. Berfikir lebih jauh tentang hal ini, kemungkinan besar nilah sebabnya Negara kita banyak menerima tekanan dari Negara lain, kita banyak menerima beasiswa dari pihak asing, dan sebagai balas jasanya kita harus rela untuk kembali terjajah, meski hal itu tidak terlalu Nampak. Ketika sang boneka telah menyelesaikan studi dan kembali ke Negara tercinta kemudian diberikan atau mendapatkan jabata karena tingkat pendidikannya, mau tidak mau dia memenuhi permintaan donaturnya untuk melakukan apa yang mereka inginkan, ibarat menjadi musuh dalam selimut. Mereka secara perlahan menghancurkan negaranya dan menghilangkan independensi Negara untuk mengatu dirinya…. Mungkin terlalu mendongeng nampknya namun ini terjadi secara nyata, baik itu dalam lingkup pemerintahan yang sangat berbahaya jka hal itu terjadi maupun dapi sector swasta.

Namun diantara kesemuanya, tidak menutup kemungkinan bahwa ada individu yang lebih bisa menggunakan otaknya dan tidak menjadikan dirinya sebagai alat Negara lain. Yang memanfaatkan ilmu yang diberikan oleh pendonor justru untuk menjadi boomerang bagi penonor, untuk orang seperti ini, SALUT saya berikan untukmu. Namun hal itu saya yakini adalah langka, hanya orang dengan tingkat kesadaran tinggi dan tidak memiliki keinginan untuk memperkaya diri yang mampu melakukannya, tapi saya pesimis ada orang yang tidak mau kaya, kecuali orang yang menyadai bahwa HIDUPNYA ADALAH UNTUK MATINYA,,,
Hal lain yang terjadi, menanam bom watu dalam tubuhnya. Orang bodoh semacam ini, jika tampakan dari luarnya memiliki intelegensi yang tentunya akan membuat kita kagum, namun dia tidak sadar telah disusupi sehingga MENGANGGAP RACUN SEBAGAI MADU.

Masih ingat gempa di Jogja beberapa tuhun lalu, ada isu yang menyebutkan bahwa itu juga merupakan rekayasa dari konspirator luarbiasa yang menggunakan energy nuklir untuk menggerakkan lempeng bumi…. Emang kalo bumi hancur pengen tinggal dimana dia????

Atau pernahkan kita perhatikan mengapa di Indonesia begitu banyak pabrik namun hasilnya diekspor juga sementara dinegara besar sana jumlah pabriknya tidak terlalu banyak namun meeka mampu memenuhi kebutuhan industrnya??? Tahukan siapa pemilik saham pabrik itu??? Ya mereka-mereka juga. Memindahkan pebrik ke Negara berkembang untuk dijadikan sarang polusi demi kemakmuran mereka. Intinya Negara kita dijadikan TEMPAT SAMPAH oleh mereka.

Itulah sedikir realitas dunia yang tampak dari lubang jarum retina, hanya secuil konspirasi dari kerangkeng konspirasi dunia yang mengangkangi iman kita, pandai-pandainya kitalah dalam memilih langkah dan membuka tabir masa depan.

2 komentar:

  1. terkadang..bagi orang yang sudah dibuih dan diagungkan nikmatinya hasil dari pengetahuan mereka dan koridor hidup mereka, tak akan pulang hanya untuk menukarnya dengan hal2 sederhana...lebih memilih mencocokkan site hidupnya dengan kemegahan ya??S2...pemberian pihak luar..
    eh tapi ada kok beasiswa yg murni kesepakatan Indo dan pihak luar, tanpa ada beban dll

    BalasHapus