Selasa, 21 Februari 2012

MENGHITUNG MASA


“Allah tidak akan merubah suatu kaum, sampai kaum itu sendiri yang merubah dirinya”

Genap 5 tahun saya menjalankan kuliah, tepatnya 5 tahun lebih beberapa hari. Kuliah semester awal sekitar 26 Agustus 2006 dan berakhir pada 9 September 2011. Mungkin ada yang pernah sangsi saya akan menyelesaikan kuliah dengan kondisi seperti ini namun teman saya tidak, tidak pernah sangsi sama sekali bahkan tidak pernah terbesit sekalipun bahwa saya akan mundur. Diantara sepupu-sepupu, saya adalah anak pertama yang menyelesaikan kuliah sampai sarjana dan saya berazzam untuk melanjutkannya suatu saat nanti, Insya Allah.

Salah satu hal yang mungkin membuat orang sangsi adalah jarak yang cukup jauh dari rumah menurut orang-orang padahal hanya ± 10 km, itupun dengan transportasi umum yang selalu ada bahkan cenderung berlebih, hanya saja waktu yang cukup lama yang digunakan selama dalam perjalanan. Untuk sampai ketujuan membutuhkan waktu ± 1 jam, demikian pula ketika pulang. Jadi jika kuliah berlangsung dari senin – jumat,ditambah kadang ada kegiatan ekstra dihari sabtu dan ahad di kampus maka kita asumsikan rata-rata 12 jam dalam seminggu dihabiskan di atas angkot. Satu bulan 4 pekan artinya 48 jam, setahun 578 jam = 24 hari. Maka selama 5 tahun  saya menghabiskan 120 hari = 4 bulan di atas angkot… AMAZING… baru kali ini juga saya menghitungnya…

Menurut kalian selama 4 bulan itu apa yang kulakukan? Tahukan bahwa ada banyak mata kuliah yang dapat kululusi dengan bantuan Allah kemudian usahaku untuk membaca di atas angkot? Ada banyak. Terkadang waktu belajar di angkot menduduki porsi yang lebih besar daripada waktu belajar di rumah. Dan ada ada beberapa buku bacaan yang sudah ludes kulahap sambil menunggu angkot berangkat dan sampai ketujuan. 

Semangatlah kawan…

Teman kejarlah cita-citamu dan jangan pedulikan perkataan orang… Sukses itu tidak mudah, pengorbanan adalah tumbal yang diminta… so keep on moving...

 “Kejarlah duniamu seakan kau akan hidup abadi… dan kejarlah akhiratmu seakan kau akan mati besok”

“DIRIMU ADALAH APA YANG KAU PIKIRKAN

Minggu, 12 Februari 2012

Khilaf, Benci dan Cinta

Seorang kawan, dalam doa dan salamnya
di berlalunya seperempat abad usiaku
kembali mengenangkanku sebuah kaidah
"bencilah kesalahannya, tapi jangan keu benci orangnya".

betulkan aku sudah mampu begitu
pada saudaraku, pada keluargaku
pada para kekasih yang kucinta?
saat mereka terkhilaf dan disergap malu
betulkah kemaafanku telah tertakdir
mengiringi takdir kesalahan mereka?

tapi itulah yang sedang kuperjuangkan
dalam tiap ukhuwah dan cinta
dalam tiap ikatan yang Allah jadikan saksinya
aku ingin meloncat ke hakikat yang lebih tinggi

karena tiap orang beriman tetaplah rembulan
memiliki sisi kelam,
yang tak pernah ingin ditampakkannya pasa siapapun
maka cukuplah bagiku
memandang sang bulan
pada sisi cantik yang menghadap ke bumi

tentu, tanpa kahilangan semangat
untuk selalu berbagi dan sesekali meresai
gelapnya sesal dan hangatnya nasehat
sebagaimana sang rembulan
yang kadang harus menggerhanai matahari


"Mengingatkan untuk memanusiakan manusia"

disadur dari buku
Dalam Dekapan Ukhuwah
oleh, Salim A. Fillah

Sabtu, 11 Februari 2012

Lembut Kerikil Langit

Diantara gemuncah gemerlap…
Menyudut duri menunggu mangsa

Haaaaiiii… betapa rasa begitu buncah
Kata hanya derai udara…
Sejagat dunia tak terbelik…

Adakah rasa berpadu selaras..
Pada sebongkah hati yang menanti
Meliuk membelai gelombang
Lalu bersandar pada bintang
Bertelekan pada bulan…

Apa yang menyeruak…
Berontak membelai…
Rasa adakah singgah…
Lalu pergi tanpa berucap
Meniti pijakan labil…
Menanti jurang beratap senja

Terima kasih untuk pandangan cinta
untuk segala masa.
Atas hentakan lembut..
Mengalun indah dalam genderang semesta…

Terima kasih untuk sang pemilik cinta yang memberi cinta
Kepada seorang yang terpaku padu
Meski tak tersebut nama..
Merangkul membendung masa dalam dekap semesta..
Berdiri beratap sendu meliputi senja

Kemuning silau berukir semerbak
Menjangkau ufuk diantara lengkungan indah…

Ohh… adakah rasa masih berpadu usia…
Tiada cinta bagi penakluk dunia…
Namun  cinta melenggang diri
Pada jiwa bertakhta cinta

Sedikit Kegelisahan


"Manusia dihidupkan  agar menjadi khalifah di bumi yang pada akhirnya adalah untuk diperhitugkan amalannya di akhirat"

Intinya manusia hidup untuk akhiratnya.
Jika kita melihat keluar sana, ada banyak manusia yang tidak menyadari akan tujuan hidupnya yang paling vital itu dan sibuk mengejar tujuan2 yang tidak lebih berharga dari selembar sayap nyamuk. Mereka bukannya tidak tahu namun mereka tidak menyadarinya dengan hati, hati mereka sibuk untuk memenuhi kebutuhan fisik dan hawa nafsunya. Bukan hanya mereka diri inipun sering kali berbuat demikian, namun kala tiba waktu tubuh ini memberikan peringatan akan ketidak kekalannya di dunia ini, maka pikiran ini pun akan berhenti dan kembali mempertanyakan tentang tjuan yang sebenarnya… namun seringkali hal itu tidak berlangsung lama karena kondisi lingkungan yang kurang mendukung dan bisikan yang terus berlangsung… apalah daya diri ini tanpa pertolongan Sang Pencipta Jiiwa….

Kemarin, buka-buka e-mail dari milis tentang beasiswa S2, dan salah satu syaratnya adalah sang calon penerima harus memiliki kesempatan dan potensi untuk menjadi pemimpin dan pemegang kekuasaan. Berfikir lebih jauh tentang hal ini, kemungkinan besar nilah sebabnya Negara kita banyak menerima tekanan dari Negara lain, kita banyak menerima beasiswa dari pihak asing, dan sebagai balas jasanya kita harus rela untuk kembali terjajah, meski hal itu tidak terlalu Nampak. Ketika sang boneka telah menyelesaikan studi dan kembali ke Negara tercinta kemudian diberikan atau mendapatkan jabata karena tingkat pendidikannya, mau tidak mau dia memenuhi permintaan donaturnya untuk melakukan apa yang mereka inginkan, ibarat menjadi musuh dalam selimut. Mereka secara perlahan menghancurkan negaranya dan menghilangkan independensi Negara untuk mengatu dirinya…. Mungkin terlalu mendongeng nampknya namun ini terjadi secara nyata, baik itu dalam lingkup pemerintahan yang sangat berbahaya jka hal itu terjadi maupun dapi sector swasta.

Namun diantara kesemuanya, tidak menutup kemungkinan bahwa ada individu yang lebih bisa menggunakan otaknya dan tidak menjadikan dirinya sebagai alat Negara lain. Yang memanfaatkan ilmu yang diberikan oleh pendonor justru untuk menjadi boomerang bagi penonor, untuk orang seperti ini, SALUT saya berikan untukmu. Namun hal itu saya yakini adalah langka, hanya orang dengan tingkat kesadaran tinggi dan tidak memiliki keinginan untuk memperkaya diri yang mampu melakukannya, tapi saya pesimis ada orang yang tidak mau kaya, kecuali orang yang menyadai bahwa HIDUPNYA ADALAH UNTUK MATINYA,,,
Hal lain yang terjadi, menanam bom watu dalam tubuhnya. Orang bodoh semacam ini, jika tampakan dari luarnya memiliki intelegensi yang tentunya akan membuat kita kagum, namun dia tidak sadar telah disusupi sehingga MENGANGGAP RACUN SEBAGAI MADU.

Masih ingat gempa di Jogja beberapa tuhun lalu, ada isu yang menyebutkan bahwa itu juga merupakan rekayasa dari konspirator luarbiasa yang menggunakan energy nuklir untuk menggerakkan lempeng bumi…. Emang kalo bumi hancur pengen tinggal dimana dia????

Atau pernahkan kita perhatikan mengapa di Indonesia begitu banyak pabrik namun hasilnya diekspor juga sementara dinegara besar sana jumlah pabriknya tidak terlalu banyak namun meeka mampu memenuhi kebutuhan industrnya??? Tahukan siapa pemilik saham pabrik itu??? Ya mereka-mereka juga. Memindahkan pebrik ke Negara berkembang untuk dijadikan sarang polusi demi kemakmuran mereka. Intinya Negara kita dijadikan TEMPAT SAMPAH oleh mereka.

Itulah sedikir realitas dunia yang tampak dari lubang jarum retina, hanya secuil konspirasi dari kerangkeng konspirasi dunia yang mengangkangi iman kita, pandai-pandainya kitalah dalam memilih langkah dan membuka tabir masa depan.